Lokal  

Petugas Lapas IIB Tanjung Pandan Gelar Razia, Ini Target Sasarannya

BabelTerkini.com, Tanjung Pandan – Jajaran petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung Pandan melaksanakan razia blok kamar hunian dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban (Kamtib) yang kondusif, Minggu (31/1/2021) pagi.

Razia kali ini menyasar barang-barang yang diduga dapat mengganggu situasi Kamtib dengan sasaran utama narkoba, telepon seluler dan senjata tajam (sajam).

Pasca apel persiapan, petugas gabungan Rupam dan staf dibagi dua tim bergerak menyisir seluruh blok dan kamar hunian tanpa terkecuali. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan empat unit handphone, dan benda rakitan menyerupai sajam di kolong tempat tidur.

“Mereka (Warga Binaan Pemasyarakatan-red) memiliki modus baru untuk mengelabui petugas, barang tersebut disembunyikan didalam kolong yang ditutup dengan alas tidur mereka. Kolongnya tertutup rapi, sehingga tidak nampak kasat mata. Alhamdulillah, barang terlarang tersebut berhasil kami amankan untuk dimusnahkan,” kata Kasi Administrasi Kamtib Hardiansyah melalui siaran pers yang diterima awak media, Minggu (31/1/2021) malam.

Hardiansyah menuturkan, penggeledahan kamar hunian merupakan faktor terpenting dalam penegakan keamanan dan ketertiban pada lapas, rutan dan LPKA yang harus dilaksanakan guna memastikan tidak adanya WBP benda dilarang dan berbahaya.

Selain itu, lanjutnya, dalam kegiatan dadakan itu petugas juga melakukan pemeriksaan dan pengecekan kondisi kamar hunian WBP seperti pintu, teralis, dan plafon kamar hunian.

“Razia ini memang dilaksanakan secara mendadak atas perintah Kalapas,” ujar Hardiansyah.

Sementara itu, Kalapas Kelas IIB Tanjung Pandan, Romiwin Hutasoit menambahkan pihaknya akan memberikan hukuman tegas dan efek jera kepada WBP yang memiliki barang-barang berbahaya tersebut.

Menurutnya hasil penggeledahan kali ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan untuk meningkatkan deteksi dini terhadap gangguan kamtib di lapas.

“Saya perintahkan agar dilakukan pemeriksaan dan di BAP sebagai dasar penjatuhan hukuman disiplin. Berkat kejelian petugas dilapangan, kami berhasil menemukan modus baru mereka untuk menyembunyikan barang tersebut,” kata Romiwin didampingi Kepala KPLP M Jawad Cirry. (Rel)