Ini Komentar Warganet Soal Proyek Jalan SMI Rp 121 Miliar yang Diembat Satu Vendor

BABELTERKINI.COM, PANGKALPINANG – Adanya dugaan praktik monopoli proyek infrastruktur jalan milik Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada satu vendor AMP turut menjadi sorotan tajam warganet, pasalnya proyek jalan tersebut dianggarkan menggunakan dana pinjaman dari PT. SMI senilai Rp 121 miliar dan pelaksanaannya hanya difokuskan di empat kabupaten Pulau Bangka.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh salah satu akun milik HHasimiusman Simik di laman komentar media sosial Facebook.

“Mungkin dinas teknis lum paham aturan mainnye, atau pura-pura dak tau, maka perlu pengawasan yang terus menerus, dari awal perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, kami mantan pejuang pembentukan provinsi Babel terkejut kenapa terjadi ketidak seimbangan antara pembangunan di pulau Bangka dan pulau Belitung, saya rasa forum presidium pembentukan Babel harus bicara, kemana kue kesetaraan, atau sudah mati, kalian harus bertanggung jawab kepada masyarakat Babel, khususnya Belitung,”  tulis HHasimiusman Simik, Minggu (30/5/2021).

Selain itu, Rudi JW pada akun facebook-nya juga menulis “Sedap juak Dinas PUPR dan pokjanye..”, akun Solpan menulis “Mansur (Makan surang-red), kemudian akun Awey juga menulis “maling berdasi”.

Diberitakan sebelumnya, dana sekitar Rp 121 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan jalan tahun 2021, disapu bersih oleh satu vendor AMP. Dugaan telah terjadinya monopoli pun digaungkan.

Hasil investigasi redaksi, beberapa vendor bahkan telah mengajukan pengaduan ke Komisi Persaingan Usaha, beberapa diantaranya bahkan membawa dugaan ini ke KPK.

“Dugaan monopoli nya karena dilaksanakan hanya satu vendor. Sementara di Bangka ini ada beberapa vendor lainnya. Pengguliran dana pinjaman dari PT. SMI itu untuk pemulihan ekonomi pasca covid. Itu salah satu tujuannya. Proyeksi nya untuk pembangunan fisik seperti jalan. Hanya saja, kalau dana ratusan miliyar itu hanya diraup oleh satu vendor AMP, terus yang lain tidak perlu mendapat kesempatan pemulihan begitu? ini yang terasa janggal. Penyelenggaraan birokrasi khususnya di PU provinsi ini sudah waktunya untuk ditelisik penegak hukum. Diduga banyak terjadi penyalahgunaan kewenangan. Jika oknum-oknum tersebut masih bercokol di sana, maka akan terus terjadi praktik-praktik yang merugikan orang lain,” kata Tokoh LSM Babel Zainuddin Pay, Sabtu (29/5/21).

Zainuddin Pay meyakini telah terjadi praktik praktik ilegal dalam penyelenggaraan lelang proyek SMI tersebut. Dan praktik tersebut diduga diketahui oleh kepala daerah. Oleh karena itu, Zainuddin pay berencana akan terus menyuarakan masalah ini, hingga aparat penegak hukum bergerak. Ia sangat meyakini bahwa proyek jalan dari pinjaman dana PT. SMI yang hanya dilaksanakan oleh satu vendor tidak lepas dari peran oknum Pokja nakal di ULP Babel.

“Pastinya ada peran mereka, sehingga hanya satu vendor yang melaksanakan, untuk itu segera lah Kejaksaan mengusut dan membongkar segala dugaan penyimpangan lelang proyek pembangunan di ULP Babel. apalagi kami dengar Kejaksaan Agung sudah menyurati Kejaksaan Tinggi Babel, terkait memberikan monitoring atas penggunaan dana tersebut. Jadi Kejaksaan Babel jangan hanya duduk diam. Indikasinya sangat terang ini,” tambah Pay.

Terpisah, menanggapi soal dana pinjaman yang diperoleh Pemprov Babel dari PT. SMI, Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Provinsi Babel Fery Insani mengatakan,dana pinjaman dari PT. SMI diperuntukkan untuk infrastruktur, ekonomi dan kesehatan serta lainnya, sedangkan yang sedang berjalan saat ini adalah infrastruktur untuk jalan di Dinas PU Babel.

“Dana SMI diperuntukkan untuk infrastruktur kemudian ekonomi, kesehatan dan lainnya. Salah satu yang sedang berjalan itu infrastruktur jalan di Dinas PU dengan anggaran kurang lebih Rp 121 Miliar ,” jelas Fery Insani dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (29/5/21).

Disinggung soal dugaan monopoli proyek jalan dana SMI yang hanya dilaksanakan satu vendor, Fery mengaku kalau dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

“Kalau masalah itu kami tidak tahu karena kami tidak menyangkut kesitu, Dinas PU la yang tahu,” ujar Fery.

Sementara itu, PLT Dinas PU Babel Jantani saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan jawaban.

Berikut nama-nama proyek jalan sumber dana pinjaman dari PT. SMI yang dilaksanakan oleh satu vendor AMP, Proyek Rehabilitasi ruas jalan Pangkalpinang-Simpang Katis-Sungai Selan pagu dana Rp 27,8 Miliar. Proyek pelebaran jalan Air Gegas-Bedengung-Batu Betumpang pagu dana 23,3 Miliar. Proyek pelebaran jalan Lingkar Timur-Rebo-Tanjung Pesona-Jelitik-Simpang Perahu pagu dana 52,4 Miliar dan Proyek pelebaran jalan Ibul-Parit Tiga pagu dana Rp 17,8 Miliar. Padahal di Babel sendiri terdapat 6 vendor AMP yang memiliki kapabilitas melaksanakan proyek tersebut, dan juga punya hak untuk mendapatkan kesempatan program pemulihan ekonomi. (Red)