Tindaklanjuti Persoalan Kawasan Hutan di Bateng, Ketua DPRD Babel Gelar Audiensi Bersama UPTD KPHP Sungai Sembulan

Foto Ist

Foto Ist

BABELTERKINI.COM, SIMPANG KATIS – Ketidakpastian areal kawasan hutan hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Ketidakpastian ini sendiri memicu timbulnya berbagai permasalahan tenurial lahan dengan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap kawasan hutan tersebut.

Seperti halnya dari hasil kajian dan penelitian yang dilakukan oleh Forum aspirasi, kreativitas, aktivitas Putra Daerah Bangka Tengah (ASKAPDA) yang disampaikan kepada Ketua DPRD Babel beberapa waktu lalu.

Menindaklanjuti hal tersebut, Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi didampingi Sekretaris DPRD, M. Haris AR bersama Ketua ASKAPDA Bangka Tengah berusaha mencari solusi terbaik untuk memecahkan persoalan ini, yakni dengan cara melakukan audiensi ke UPTD KPHP Sungai Sembulan, wilayah Bangka Tengah (Bateng).

“Beberapa waktu yang lalu dirinya menerima kunjungan dari ASKAPDA Bangka Tengah terkait penyampaian hasil penelitian dan kajiannya mengenai persoalan status dan fungsi kawasan hutan yang ada di Bangka Tengah,” kata Herman Suhadi belum lama ini.

Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan, setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya apabila diselesaikan secara bersama. Oleh karenanya menurut dia, tidak ada sesuatu yang tidak bisa diperbuat apabila ada keinginan melakukan terutama untuk hal kebaikan.

“Untuk itu kita harus berani memulai bersama-sama dengan pemerintah daerah, seperti halnya dengan memanfaatkan kawasan hutan menjadi hal-hal yang produktif. Mudah-mudahan apa yang saya lakukan sebagai ketua DPRD Babel ini dapat bermanfaat bagi Negeri Serumpun Sebalai,” ujarnya.

Selain itu, dia menyampaikan pesan moral mendalam kepada peserta audiensi yang hadir untuk tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan yang telah dititipkan Tuhan kepada makhluk ciptaan-Nya.

“Kita hidup di muka bumi untuk jadi penyelamat bumi bukan pengrusak bumi, oleh karena itu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita masing-masing dapat kita jalankan dengan baik, semoga apa kita lakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala UPTD KPHP Sungai Sembulan, Arhandis membenarkan, hampir 60% aktivitas masyarakat Bangka Tengah berada di kawasan hutan. Dengan kondisi tersebut, tidak jarang dijumpai banyak konflik yang terjadi antara masyarakat dengan pemerintah.

Lebih jauh, dia menerangkan, unit kerja yang dipimpinnya saat ini memiliki tanggung jawab yang sangat besar dibandingkan dengan unit kerja lainnya yang ada di dinas yang sama.

Dia menyebutkan, KPHP Sungai Sembulan sendiri saat ini memiliki luas wilayah kawasan hutan sebesar 117 ribuaan hektar (hutan produksi / hutan lindung) yang terbentang dari Tanjung Pura sampai ke Tanjung Berikat.

“Kondisi kami sangat unik karena seharusnya ada tiga KPH, tetapi digabungkan jadi satu (unit V,VI dan VII) yang berakibat wilayah kerja yang semakin luas,” terangnya.

Di samping kondisi wilayah kerja yang begitu luas, disampaikan dia, KPHP Sungai Sembulan juga tidak didukung dengan jumlah personel yang memadai. Kondisi ini juga tidak didukung dengan jumlah personel yang memadai.

“Untuk itu, sebagai Kepala KPHP Sungai Sembulan, saya sangat mengharapkan perhatian semua pihak agar kondisi yang ada dan hampir sama terjadi di semua KPH yang ada di Provinsi Babel ini agar dapat diperhatikan,” harapnya. (Edi)