PWI Bangka Sayangkan Sikap Arogansi Bupati Bangka dan Ajudannya

BABELTERKINI COM, BANGKA – Dugaan adanya sikap arogansi yang diperlihatkan Bupati Bangka, Mulkan dan ajudannya, Ar terhadap wartawan yang sedang melakukan tugas kewartawanannya mendapat kritikan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangka.

Melalui Sekretaris PWI Kabupaten Bangka, Romlan membenarkan adanya perlakuan Bupati Bangka dan ajudannya terhadap salah satu wartawan harian lokal yang sedang liputan seperti yang diberitakan. Oleh karena itu dia sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Sebab kata Romlan, apa yang dilakukan Bupati Bangka itu sangatlah tidak pantas. Apalagi, selama ini Mulkan terkenal dekat dengan awak media, tentunya peristiwa itu sangat menciderai hubungan yang sudah terjalin baik.

“Sikap Bupati Bangka, Mulkan, terhadap wartawan salah satu harian lokal itu sangat tidak elok,” tulis Romlan dalam pers rilisnya di WAG PWI Kabupaten Bangka, Minggu (4/7/21) malam.

Lebih jauh dia mengatakan, sebenarnya, ada banyak cara atau kalimat yang lebih elok untuk diucapkan, apabila narasumber menerima pertanyaan yang nyelekit dari awak media.

“Misalnya menyikapi dengan diam, no koment, atau mengarahkan wartawan untuk konfirmasi terkait hal itu kepada staf atau pejabat lain yang berwenang,” katanya.

Masih dikatakan Romlan, wartawan atau reporter di lapangan itu memang dituntut gigih untuk mendapatkan jawaban dari narasumber, agar mendapatkan bahan berita yang cukup untuk dimuat di medianya. Namun kegigihan para reporter lapangan ini seringkali disalahartikan.

“Jika peristiwa sebagaimana diberitakan itu benar, maka hal itu dapat dikategorikan menghalang-halangi kerja jurnalistik, sebagaimana diatur Pasal 18 ayat (2) Juncto Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak lima ratus juta rupiah,” terangnya.

Atas peristiwa itu, masih kata Romlan, pemimpin atau penanggungjawab media yang bersangkutan, dan organisasi profesi wartawan, dapat melakukan tindakan atau langkah-langkah hukum yang dianggap perlu.

“Namun alangkah baiknya, jika persoalan tersebut disikapi dengan bijak, agar hubungan pers dengan stakeholder tetap terjalin dengan baik,” demikian Romlan.

Sementara itu ajudan Bupati Bangka AR dikonfirmasi salah satu media mengaku tidak ada aksi mendorong.

“Sebenarnya tidak ada aksi dorong, cuma bapak saat itu mau masuk mobi saya bilang stop dulu ya, kalau saya dorong pasti ribut dan tidak mungkin saya dorong. Seperti biasa kalau wartawan selesai wawancara, bapak (Bupati Bangka, red ) langsung masuk mobil,” sebut Ar.

Diketahui sebelumnya, di salah satu media harian lokal diberitakan Ajudan Bupati Bangka Dorong Wartawan Bangka Pos saat Wawancara. Dalam berita tersebut, disebutkan jika peristiwa itu terjadi saat salah satu wartawan menanyakan kepada Bupati Bangka, terkait Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) yang hanya cukup membayar honor, adakah pilihan untuk memangkas honor, tunjangan, sampai honor kegiatan pegawai. Sontak Raut wajah Bupati Bangka, Mulkan, tiba-tiba memerah.

Mulkan pun langsung menunjukkan sikap tak suka terhadap pertanyaan yang dilontarkan. Jari telunjuknya langsung diarahkan kepada wartawan yang bertanya.

“Nanti ! heh kau ! dari mana ka (Kamu-red) dapet,” jawab Mulkan sembari bergegas meninggalkan awak media usai meresmikan TPQ/TKQ bimbingan belajar pendidikan agama Islam dan mushola yayasan Jamiyah Badarrudin Al-Bayhaqi, di Kelurahan Srimenanti, Kecamatan Sungailiat, Jumat (2/7/2021) kemarin.

Lalu, setelah masuk ke dalam mobil ia langsung menutup kaca jendela mobilnya tanpa memberikan satu patah kata apapun.

Sebelum kejadian itu, seseorang yang diduga ajudan Mulkan juga sempat menghentikan wartawan harian untuk menanyakan perihal tersebut.

“Oke sip ok,” kata dia.

Tak berselang lama, setelah Bupati menjawab pertanyaan itu dengan nada ketus, ajudan Mulkan yang saat itu mengenakan baju batik, sempat mengayunkan tangan kanannya untuk mendorong wartawan tersebut agar menjauh dari Bupati. (Red)