Tinjau Kesiapan KBM Tatap Muka, Komisi IV DPRD Babel Kunjungi SMAN 4 Pangkalpinang

Foto Ist

Foto Ist

BABELTERKINI.COM, PANGKALPINANG – Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengunjungi SMA Negeri 4 Pangkalpinang dalam rangka meninjau kesiapan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada pekan depan.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Babel, Ranto Sendhu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Kepala Sekolah yang telah bersedia meluangkan waktu untuk menerima kunjungan kerjanya.

Kemudian dilanjutkan memperkenalkan para anggota Komisi IV yang hadir, yakni diantaranya, Johansen Tumanggor dari dapil Pangkalpinang dan Harianto dari dapil Bangka Tengah. Turut mendampingi Kacabdin Wilayah I Dinas Pendidikan, Deswarman.

“Kami sudah menyusun kalender pembelajaran yang terbaru. Mulai tanggal 12 s.d 18 Juli 2021 merupakan persiapan pembelajaran tatap muka. Dan untuk kelas belajar mengajar yang semula dijadwalkan hari ini, mengingat kondisi pandemi sekarang maka direncanakan akan dimulai pada tanggal 21 Juli nanti untuk kelas tatap muka langsung,” kata Deswarman.

Semwntara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas & Sarpras, Elisa Meiventini menjelaskan, kuota penerimaan siswa yang tersedia sejumlah 224 orang dengan fasilitas ruang belajar adalah tujuh kelas.

“Dan untuk wilayah Pangkalpinang, kami sekolah yang paling sedikit jumlah kelasnya,” ungkap Elisa.

Elisa menuturkan, pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang lalu, peminat yang mendaftar ke SMA ini melebihi kuota, yakni, sebanyak 472 siswa. Selain itu, ia juga mengungkapkan, SMA yang berdiri pada tahun 1993 ini mengalami banyak kekurangan sarana dan prasarana.

“Selama berdiri, sekolah kami belum pernah renovasi, hanya ada rehab saja,” ungkapnya.

Mendengar penjelasan dari pihak sekolah, Ranto mengaku terkejut, pasalnya peminat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA pada tahun ajaran 2021 ini jauh lebih banyak dari SMK, padahal seperti yang diketahui, SMK memiliki program studi yang dapat mempersiapkan siswa untuk langsung memasuki dunia kerja.

“Saya ingin bertanya, kenapa tahun ajaran 2021 ini peminat SMA jauh melebihi SMK? Padahal seperti yang kita ketahui bahwa SMK memiliki program studi yang dapat mempersiapkan siswa untuk memasuki langsung dunia kerja,” ujar Ranto.

“SMK masih diminati tetapi jurusan tertentu. Salah satu penyebabnya karena di SMK, ada biaya lebih terkait kompetensi pengembangan potensi yang harus dikeluarkan oleh siswa,” jawab Deswarman.

Anggota Komisi IV, Johansen menambahkan, berdasarkan tinjauan sudah seharusnya ada penambahan bangunan kelas. Mengingat tingginya minat siswa yang ingin bersekolah disini.

“Hingga hari ini, masih banyak masyarakat Pangkalpinang menyampaikan keluhannya kepada kami terkait keterbatasan dari sistem PPDB ini,” terang Johansen.

Sementara itu, Harianto menilai, sistem PPDB ini sebaiknya dikaji kembali, karena menurut dia, cukup banyak permasalahan yang terjadi. Jika memungkinkan, pendaftaran dengan sistem nilai ujian seperti dulu lebih memacu siswa untuk berprestasi dan mendapatkan sekolah sesuai dengan kemampuannya.

“Memang ini aturan pusat, tapi jika dapat diatur kembali regulasi untuk persentase masing – masing jalur PPDB terutama kuota zonasi lebih diperbesar, itu lebih baik,” ujar Politikus Partai Golkar diakhir pertemuan. (Edi/Rel)