Tongkang Angkut Zircon Melenggang Keluar Babel, Netizen Sentil Gubernur dan Aparat Hukum

BABELTERKINI.COM, PANGKALPINANG – Sejak Minggu (25/7/21) siang, jagad medsos pada platform facebook mendadak ramai. Berita terkait pengiriman zircon mentah dari Bangka Belitung sebanyak 2000 ton lebih menuju Kalimantan langsung menjadi sorotan. Jika mengacu pada Perda nomor 1 tahun 2019, tentang pengelolaan mineral ikutan dan produk samping timah, pengiriman zircon ke kalimantan tersebut diduga ilegal. Pasalnya mengacu dari Perda nomor 1 tahun 2019 tersebut, yang diijinkan keluar dari Babel hanya pada kadar 65% ke atas.

Yang menarik, tak hanya berita terkait pengiriman ribuan Zircon tersebut, namun video yang beredar bagaimana tongkang bermuatan ribuan Zircon tersebut melenggang di jalur perairan menuju laut, ramai dikomentari netizen. Tak pelak, aparat penegak hukum dan gubernur pun menjadi sasaran disentil para netizen.

Sebuah postingan di Forum Komunikasi Masyarakat Bangka Belitung, yang menautkan sebuah link berita berjudul Tanpa Proses Pemurnian, Pasir Zircon Terus Dikirim Keluar Bangka, Apa kata Dunia? Postingan ini langsung diserbu komentar pedas warganet.

Akun atas nama Ary Yacob menulis “dak mungkin oknum oknum dak de tau, ukan bawa keluar belacin setenga kilo, bawa pasir tu bukan pakai plastik asoy” (Tidak mungkin oknum oknum tidak mengetahui. Bukannya bawa terasi setengah kilo. Bawa pasir tuh bukan pakai kantong kresek”)

pada postingan yang sama, akun Duff Bold menulis, “Kamek (Kami-red) minta klarifikasi gubernur pak Kapolda Babel Lanal Babel”. Akun bernama Marwan Putra Fajar, menulis singkat “Kemane aparat ye” (Kemana aparat ya). Sedangkan Akun bernama Bang Iit menulis, “Wajar Babel makin terpuruk, adakah terpikir oleh pemimpin untuk tidak menjual mentah hasil tambang Babel, hanya itu lah kemampuan pemimpin Babel, hanya pintar menjual tapi gagal untuk menciptakan lapangan kerja yang potensi tambangnya sangat mendukung untuk membuat kawasan industri. Atau pemimpin kita hanya punya skill kampung”

Untuk diketahui, ribuan Zircon yang dikirim ke Kalimantan tersebut diduga milik PT. PMM yang berlokasi di Air Anyer Kabupaten Bangka, Perusahaan ini justru diresmikan oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman pada 12 Februari 2018 lalu. Kala itu Gubernur Babel bahkan mengatakan bahwa pembangunan pabrik PT. PMM tersebut merupakan hasil dari perjalanannya ke luar negeri. (Red)