Tiga Nama Ini Disebut Sebut Sebagai Penampung Timah Batu Dinding Belinyu

BABELTERKINI.COM, BELINYU – Tiga nama ini disebut sebut sebagai penampung/kolektor timah di kawasan perairan Batu Dinding Belinyu Kabupaten Bangka (Teluk Kelabat).

Ketiga nama penampung timah tersebut masing masing adalah Leni,Johan dan Ahon Bakit.

“Yang selama ini nampung timah di Batu Dinding ya mereka bertiga itu lah. Leni, Johan dan Ahon Bakit. Nah habis tu dibawa mereka kemana timahnya terus terang saya tidak tahu, bukan tidak mau beri tahu, betul betul saya tidak tahu,” kata Ik mengawali perbincangan, Rabu (28/7/21).

Dikatakannya, ratusan ponton tambang timah yang ada di wilayah perairan Batu Dinding dan sekitarnya sudah terkondisikan.

” Semua sudah terkondisikan istilahnya mulai dari baju coklat, baju biru, baju hijau sampai ke baju lainnya,” kata Ik seraya menambahkan jika ratusan ponton tambang timah di wilayah perairan Batu Dinding dan sekitarnya akan segera bergeser ke Bakit Bangka Barat.

Leni yang disebut sebut sebagai salah satu kolektor timah di kawasan perairan Batu Dinding dan sekitarnya menyatakan kalau dirinya bukan lah kolektor timah, melainkan sebagai pembina dari 3 perusahaan.

” Saya hanya sebagai pembina dari CV kita. CV Tambang Rakyat Bersatu, CV Tambang Rakyat Bangka Belitung dan CV Rakyat Nusantara. Kalau ada yang bilang juga saya punya ratusan ponton itu bullshit dan saya minta buktinya,” kata Leni saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (28/7/21).

Leni menyayangkan adanya pemberitaan yang belakangan ini menyudutkan dirinya dan terkesan pemberitaan tersebut ditunggangi.

” Semua berita itu ditunggangi dan kita boleh lihat berita mana yang ditunggangi. Saya tidak perlu mengatakan individu ataupun medianya. Saya mau mengatakan kalau berita itu keluar tanpa ada konfirmasi ke saya,” ucapnya.

Dimintai tanggapannya, Johan mengaku hanya sebagai mitra dari PT LSM yang dipercaya untuk menjaga serta mengelola lokasi IUP yang berada di laut Belinyu.

” Saya sebagai mitra dari PT.LSM yang dipercaya untuk menjaga serta mengelola lokasi IUP PT LSM yang berada di laut Belinyu tepatnya di wilayah laut Mantung, Batu Dinding dan Perbatasan Desa Bakit serta sekitarnya,” kata Johan melalui pesan WhatsApp, Rabu (28/7/21).

Dijelaskannya, melalui PT LSM masyarakat meminta untuk dilegalkan kegiatan penambangan yang menggunakan PIP (Ponton Isap Produksi)

” Untuk memenuhi permintaan masyarakat di masa pandemi yang ekonomi secara keseluruhan drastis menurut akibat adanya wabah ini, maka dari itu masyarakat berkeinginan serta meminta kita dari PT LSM untuk melegalkan kegiatan penambangan masyakarat mengunakan PIP yang selama ini adalah pekerjaan andalan mereka. Kalau penambangan yang mereka kerjakan Legal maka jiwa mereka juga ikut tenang,” tukasnya.

Terkait dengan hal ini, Ahon Bakit saat dihubungi melalui pesan WhatsApp enggan untuk menjawab.

Sementara itu, Kapolres Bangka AKPB Widi Haryawan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp ke Kapolda Babel Irjend Pol Anang Syarif, hingga berita ini diturunkan, Kapolda Babel belum memberikan jawaban. (Oby)