Kapolda Babel Ultimatum Penambang Timah Ilegal di Teluk Kelabat

BABELTERKINI.COM, PANGKALPINANG – Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Irjen Pol Anang Syarif Hidayat menegaskan akan segera menindak tegas para penambang timah ilegal yang ada di kawasan perairan teluk kelabat dan sekitarnya.

Anang mengungkapkan, penambang timah di kawasan Perairan Teluk Kelabat dan sekitarnya banyak yang tidak memiliki IUP dan SPK.

” Jadi kita sepakat kepada mereka yang tidak memiliki IUP dan kemudian tidak ada SPK maka segera akan kita tertibkan. Ultimatum untuk segera keluar nanti setelah perkembangan berikutnya dengan Pak Gubernur,” tegasnya, Senin (2/8/21).

Dia kembali menegaskan, penambang timah di kawasan Perairan Teluk Kelabat dan sekitarnya diberi ultimatum untuk meninggalkan lokasi tersebut hingga hari Rabu mendatang

“Mungkin hari Rabu, kalau masih belum bubar kita tindak tegas karena sangat banyak sekali yang bekerja di luar,” ucap Anang.

Diberitakan sebelumnya, Ratusan ponton tambang timah didapati sedang beroperasi di wilayah perairan Batu Dinding Belinyu Kabupaten Bangka. Diketahui ada dua jenis ponton timah yang beroperasi di wilayah perairan tersebut, masing-masing ponton selam dan ponton tower.

“Kalau ditanya terganggu ya pasti kami sebagai warga terganggu.Tapi mau di apa lagi.Dulu warna air ini biru dan sekarang ya bisa dilihat lah “, keluh warga setempat yang mengaku bernama Junai, Rabu (28/7/2021).

Junai mengungkapkan, jika ada sekitar 500 ponton yang saat ini beroperasi di wilayah perairan Batu Dinding.

“Sekarang ini ada sekitar 500 ponton yang beroperasi. Kalau sepengetahuan saya ilegal hanya saja kalau dibilang RT,RW dan Lurah serta instansi lainya tidak tahu ya tidak mungkin,” ucap Junai seraya menambahkan ada panitia yang mengurus ratusan ponton timah yang beroperasi di wilayah perairan Batu Dinding.

Bersama dengan itu, Salman menyampaikan jika keberadaan ratusan ponton timah yang beroperasi di wilayah perairan Batu Dinding sudah berlangsung sejak 2 tahun terakhir ini.

“Sudah ada 2 tahun. Kalau tahun kemarin ada sekitar 1000 ponton, nah sekarang ya sekitar 500 ponton lah”, singkat pria yang berprofesi sebagai penjaga vila di pantai Batu Dinding. (Oby)