Menanti Tersangka Kasus Dugaan Fee 20 Persen Proyek Rutin PUPR Babel

BABELTERKINI.COM, PANGKALPINANG – Kasus dugaan fee 20 persen proyek rutin milik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Babel saat ini proses penyelidikannya masih terus bergulir di Pidsus Kejati Babel

Kasus dugaan Fee 20 persen proyek rutin yang disebut-sebut sebesar Rp 1,9 miliar itu diduga mengalir ke Kepala Dinas PUPR Babel. Hal ini diketahui setelah adanya pengakuan dari terperiksa yang tertuang dalam BAP. Publik pun kini tentunya menanti tersangka kasus dugaan fee 20 persen proyek rutin PUPR Babel.

Sebelumnya, Kajati Babel, Daroe Tri Sadono mengatakan, masa penyelidikan kasus dugaan tipikor dan aliran fee 20 persen proyek rutin tersebut masih bisa diperpanjang. Kendati demikian, diutarakan dia, saat ini penyidik sedang membuat analisa dari hasil penyelidikan.

“Kita sekarang sedang membuat analisa, kalau lead-nya sudah, kan setelah lead kemudian kita membuat analisa,” kata Daroe saat dikonfirmasi wartawan dikantornya beberapa waktu lalu.

Dari data-data yang sudah terkumpul, dijelaskannya, penyidik ingin memastikan ada tidaknya unsur-unsur perbuatan yang melanggar hukum dan hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian negara.

“Nah itu lah yang sedang kami dalami, selain itu, ada beberapa pekerjaan lain yang memerlukan konsentrasi. Jadi sementara itu kita sedang melakukan analisa dan perhitungan-perhitungan. Pendek kata, kami masih tetap bekerja,” terangnya.

Saat dikonfirmasi terkait adanya informasi yang menyebutkan bahwa kejaksaan telah menetapkan empat orang tersangka, Daroe mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

“Saya memang belum mendengar. memancing ikan yang besar itu, harus dengan umpan yang besar,” tukasnya. (red)