Sekda Pangkalpinang Buka FGD Kajian Potensi dan Strategi Peningkatan Pajak dan Retribusi Daerah

BABELTERKINI.COM, PANGKALPINANG – Sekda Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam menghadiri sekaligus membuka Focus Group Discussion (FGD) ke-2 dengan tema “Kajian Potensi dan Strategi Peningkatan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Pangkalpinang” di ruang pertemuan OR kantor walikota, Selasa, (02/11/2021).

Sekda Radmida Dawam memberikan apresiasi terhadap Bappeda dan rekan-rekan yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan seperti ini untuk menggali peningkatan pajak dan retribusi daerah.

“Dengan kondisi Covid-19 seperti ini untuk bagaimana menggali PAD di Kota Pangkalpinang, tidak hanya dengan fokus kegiatan rutinitas, tetapi harus ada kreativitas dan inovasi dalam menggali potensi yang ada dan pastinya dengan cara halal,” ucap Radmida.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan kepada seluruh Kepala OPD di lingkup Pemkot Pangkalpinang agar tidak cepat puas atas pencapaian yang didapatkan setiap tahunnya.

“Harus ada peningkatan, gali dan terus gali potensi yang ada, mari kita bantu Wali Kota Pangkalpinang membangun kota ini semakin baik kedepannya,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, permasalahan perencanaan penerima pajak harus diupayakan secara optimal sebelum melakukan suatu perencanaan.

“Seperti data base pajak daerah yang belum terintegrasi, setting tarif PDRD yang belum memadai, SDM perpajakan yang belum menjawab kebutuhan organisasi (tenaga penilaian, pemeriksaan, penagihan), dan kepatuhan WP masih rendah,” urainya.

Dia berharap, kegiatan FGD ini dapat menggali peningkatan pajak dan retribusi daerah sehingga pembangunan di Kota Beribu Senyuman ini dapat semakin maju dan berkembang.

“Saya berharap kita bisa membantu Walikota kita untuk membangun Kota Pangkalpinang, bagaimana meningkatkan potensi pendapatan, saya berharap besar kepada semua, yang namanya evaluasi tetap selalu dilakukan, tentu siapapun orangnya, yang paling penting mampu bekerja,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang, Belly Jawari menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait bagaimana menggali potensi-potensi lain untuk meningkatkan pajak dan retribusi daerah.

“Kalau kita lihat dari perjalanan 2016 sampai 2020 PAD kita kontribusinya terhadap APBD sebanyak 14-20 persen, banyak sekali DED di pusat yang bisa kita kejar,” ucap Belly. (Edi)