Diduga Menyimpang, Kejati Babel Bidik Pokja Nd di Lelang Proyek Pengadaan Bibit

BABELTERKINI.COM, PANGKALPINANG – Dugaan praktek lelang tak sehat mulai dipantau Kejati Babel, sembari memproses dugaan Tipikor di PUPR, Kejati Babel saat ini dikabarkan juga membidik praktek dugaan pengaturan lelang di Pokja ULP Babel. Nama Eu alias Nd kembali berhembus, pasca pembatalan lelang pengadaan bibit kelapa sawit dan kopi.

Lelang proyek pengadaan bibit sawit dan kopi senilai Rp 3,3 Miliar tahun 2021 milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel ini sendiri sedianya sudah menetapkan pemenang, namun proyek pengadaan bibit ini tidak juga dapat dilaksanakan lantaran dokumen perusahaan pemenang lelang diketahui tidak lengkap.

“Iya baru Lid , yang dibidik itu Pokja dan perusahaan pemenang lelang. Menyasar seputar proses lelang serta dokumen perusahaan pemenang lelang yang tidak lengkap oleh Pokja dimenangkan,” kata sumber saat dibincangi, Sabtu (13/11/21) malam.

Sebelumnya, Informasi internal di lingkungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel menyebutkan jika lelang proyek pengadaan bibit kelapa sawit dan kopi oleh penyidik Pidsus Kejati Babel sedang dilakukan proses penyelidikan. Disebut-sebut Pokja berinisial Nd dan perusahaan pemenang lelang bakal terseret dalam kasus dugaan penyimpangan lelang proyek pengadaan bibit kelapa sawit dan kopi.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Haruldi membenarkan jika proyek pengadaan bibit kelapa sawit dan kopi batal dilaksanakan.

“Seusai dengan apa yang disampaikan pak Kadis, sehingga proyek pengadaan itu tidak dilaksanakan walau pun sudah ada perusahaan pemenang lelang,” ucap Haruldi, Senin (15/11/21).

Dijelaskannya, penyebab dari batalnya proyek pengadaan bibit kelapa sawit dan kopi adalah dokumen perusahaan pemenang lelang yang tidak lengkap.

“Iya dokumen perusahaan pemenang lelang yang tidak lengkap, cuma saya tidak begitu hapal detilnya karena dokumen lelang ada dikantor. Bukan tidak mau menerima hasil lelang dari Pokja Nd hanya saja, kita kan ketika mereka (pokja-red) menyampaikan hasil lelang kita juga harus lihat dokumen lelang nya, ya evaluasi lah,” jelasnya.

Disinggung soal dugaan penyimpangan lelang proyek pengadaan bibit kelapa sawit dan kopi yang saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Kejati Babel, Haruldi menyampaikan jika dirinya tidak begitu mengetahui perihal penyelidikan tersebut.

“Kalau itu saya tidak tahu karena belum dapat informasi, mungkin pak Kadis sudah dapat duluan informasi itu. Ya kalau ditanya saya selaku Kabid tahu tidak soal penyelidikan itu ya tahu, cuma yang dimintai keterangan bukan kami,” tukasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, wartawan masih berupaya meminta konfirmasi Kajati Babel, Daroe Tri Sadono melalui pesan Whatsapp, Senin (15/01/2021) pagi.

Sebelumnya, wartawan juga telah berupa meminta konfirmasi kepada Pokja ULP Babel, Eu atau yang akrab disebut Nd melalui sambungan telepon seluler maupun pesan Whatsapp, Minggu (14/11/2021) malam. Namun hingga berita ini diturunkan, nomor seluler nya terlihat tidak aktif.

Tidak hanya itu, wartawan juga telah berupaya meminta konfirmasi tatap muka dengan mendatangi kantor ULP Babel, Senin (15/11/2021) sekira pukul 11.12 WIB. Namun sayangnya saat hendak ditemui, ND sedang tidak berada di tempat.

“Maaf Pak Nd nya nggak ada, tadi pagi beliau ada di kantor, tapi sekarang sedang keluar,” ujar salah satu pegawai ULP Babel yang bertugas sebagai penerima tamu.

Untuk diketahui, lelang proyek pengadaan bibit kelapa sawit dan kopi diikuti sebanyak empat perusahaan. Masing-masing perusahaan yakni PT. Wibawa Mukti dengan harga penawaran terendah Rp 3.106. 589. 400,. PT. Cahaya Purnama (pemenang lelang/red) dengan harga penawaran terendah ke dua Rp 3. 199. 042. 200,. selanjutnya, PT. Tunas Agroindo Semesta dengan harga penawaran terendah ke tiga Rp 3. 298.193. 520,. dan PT. Langgeng Duta Bersama dengan harga penawaran terendah ke empat Rp 3. 351. 952. 290,. (red)