Jaksa Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Ferrocemet Dinas Pertanian Babel

BABELTERKINI.COM, SUNGAILIAT – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka telah menetapkan tiga orang tersangka atas kasus dugaan korupsi proyek konstruksi Ferrocemet Kelompok Tani Sejahtera Desa Kemuja dan Kelompok Tani Benua Cemerlang Desa Paya Benua, Kecamatan Mendo Barat.

Proyek konstruksi Ferrocemet tersebut diketahui milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang bersumber dari dana APBD TA 2020 senilai Rp. 731.141.000,-.

Adapun ketiga orang tersangka yang dimaksud yakni, JU (selaku Pengguna Anggaran), Joh (penyedia) dan Jun (PPTK). Kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap-II) dipimpin oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bangka, Beny Harkat, SH. SE. MH dan Tim JPU yaitu Fengki Indra, SH. MH, Herdini Alistya, SH dan Maharani Cahyanti, SH. MH.

“Sementara itu tersangka JU (selaku Pengguna Anggaran) dan Jun (PPTK) didampingi oleh penasehat Hukum nya dari Kantor Hukum Zaidan & Patners sedangkan tersangka Joh (penyedia) didampingi penasehat Hukum nya dari Kantor Hukum Rizal dan Rekan,” kata Kasi Pidsus Kejari Bangka, Beny Harkat kepada babelterkini.com, Selasa (16/11/2021).

Beny menjelaskan, proyek konstruksi Ferrocemet tersebut terindikasi terjadi tindak pidana korupsi yang berawal sekitar bulan Maret 2021 lalu, terdapat pekerjaan Ferrocement di Desa Kemuja yang sudah rebah padahal baru diserahterimakan di Bulan Desember 2020 oleh penyedia CV. Kurau Timur kepada Dinas Pertanian Provinsi Babel.

“Menindaklanjuti informasi tersebut penyidik Kejari Bangka melakukan penyelidikan dan penyidikan dan dari hasil penyidikan berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan ahli serta hasil hammer test dan uji tekon beton diperoleh data bahwa kualitas pekerjaan proyek konstruksi ferrocement yang jauh dibawah mutu beton K-175 yang disyaratkan dalam kontrak sehingga berpengaruh terhadap masa pakai yang diharapkan, diperoleh dari uang negara yang dikeluarkan pada pekerjaan tersebut dengan estimasi kerugian negara sekitar Rp 295.141.000,-,” bebernya.

Dia mengungkapkan, saat ini para tersangka tidak dilakukan penahanan oleh penuntut umum dengan pertimbangan bahwa telah menyerahkan titipan uang untuk pengganti seluruh kerugian negara yang timbul dalam kasus ini, dan adanya jaminan dari keluarga para tersangka dan penasehat hukumnya bahwa tersangka tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mempersulit persidangan.

“Terhadap para tersangka dikenakan sangkaan :Primair : Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP subsidair : Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” urainya.

“Saat ini berkas perkara atas nama tersangka JU (selaku Pengguna Anggaran) dan Jun (PPTK) telah dilimpahka ke PN Tipikor Pangkalpinang untuk disidangkan,” pungkasnya. (red)