Dua Gedung Baru Diresmikan, Pelayanan Kesehatan RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Semakin Optimal

BABELTERKINI.COM, AIR ANYIR – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Babel), memberikan kado istimewa pada momentum peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) ke-21 Bumi Serumpun Sebalai tahun ini dalam bidang kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H.C) Ir Soekarno yang berlokasi di Air Anyir, Kabupaten Bangka, menambah gedung baru.

Dua gedung baru yang diresmikan langsung oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Jumat (19/11/21) yakni Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan Gedung Poli Terpadu. Dengan adanya penambahan prasarana ini akan menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Erzaldi.

Selain itu, gubernur juga melakukan peletakan batu pertama Gedung Radioterapi yang terletak di kawasan rumah sakit, serta _soft launching_ perubahan nama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Babel, menjadi RSJ dr. Samsi Jacobalis. Kegiatan berlangsung di Dr. (H.C) Ir RSUD Soekarno.

Gubernur Erzaldi mengungkapkan, pembenahan yang dilakukan oleh RSUD Soekarno akan terus dilakukan dari tahun ke tahun sebagai upaya pemberian pelayanan kepada masyarakat. Kesulitan yang selama ini dirasakan karena keterbatasan bidang keahlian, sedikit demi sedikit dipenuhi. Target selanjutnya, diungkapkan gubernur akan dibangun pelayanan pengobatan jantung.

“Hari ini kita banyak melakukan peresmian, juga pembangunan gedung radioterapi yang ditargetkan selesai bulan Mei 2022. Nah, pada Februarinya akan ada pengembangan faslilitas pelayanan jantung. Insya Allah pelayanan jantung Februari akan ada operasi pertama. Ini adalah percepatan-percepatan yang dapat kita lakukan yang justru rencananya 10 tahun ke depan,” ujarnya.

Percepatan pembangunan ini, menurut Gubernur Erzaldi tidak terlepas dari keseriusan dan komitmen manajemen rumah sakit. Ia hanya berpesan agar manajemen juga memanfaatkan pelayanan yang sudah ada untuk disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga akan diketahui secara luas, bahwa Kepulauan Bangka Belitung telah memiliki pelayanan kesehatan yang tidak mengharuskan masyarakat untuk berobat di luar Babel.

“Apresias kami kepada manajemen rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik. Tolong sampaikan, informasikan kepada masyarakat kita, karena masih terdengar masyarakat kita banyak dirujuk ke luar Babel akibat ketidaktahuan fasilitas pelayanan di Rumah Sakit Soekarno ini. Sudah menjadi tanggung jawab manajemen segera diinformasikan,” ungkapnya.

Selain itu, Gubernur Erzaldi juga meresmikan pergantian nama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Babel menjadi RSJ dr. Samsi Jacobalis. Penamaan itu juga, kata gubernur yang akrab disapa Bang ER, sebagai bentuk apresiasi yang telah diberikan dr. Samsi Jacobalis pada dunia kesehatan Babel. Ia pun menyampaikan ungkapan terima kasih kepada keluarga Samsi Jacobalis, yang diwakili sang anak, Arie Jacobalis.

“Kami juga memohon izin kepada keluarga, nanti di salah satu ruangan ini, akan kita abadikan nama beliau beserta narasi perjuangan beliau di dunia kesehatan. Izin sekaligus kepada keluarga Depati Amir. Mereka adalah pahlawan yang luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Arie Jacobalis yang hadir secara virtual pada kegiatan itu mengungkapkan kekaguman kepada Gubernur Erzaldi yang telah mempercayai nama sang ayah sebagai nama rumah sakit. Ia juga mengenang masa-masa kecil di saat mengikuti dr. Samsi Jacobalis mendedikasikan diri di Kepulauan Bangka Belitung.

“Bangka ini unik untuk generasi per generasi, sangat kompak, menurunkan teladan yang baik. Kami keluarga mendapat prioritas utama semasa di Bangka. Saya terima kasih kepada Gubernur, Bapak Erzaldi. Saya terkesan dengan beliau, karena beliau menawarkan solusi-solusi cerdas untuk Babel. Jadi nggak heran Babel akan semakin maju, dan lebih maju. Terima ksih sebesar-besarnya, mudah-mudahan Pak Erzaldi dan Pak Eko Maulana Ali jadi panutan untuk generasi muda,” pungkasnya.

Dalam peresmian itu dihadiri Wakapolda Babel, Brigjen Pol Umar Dani; Danlanud Letkol Nav, Rudy Hartono; perwakilan Korem 045/Garuda Jaya; dan perwakilan Lanal Babel; Presidium pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung; dan perwakilan keluarga Eko Maulana Ali. (rel)