Proyek Molor Kolam Retensi Muntok Rp 12 M Masuk Radar Tipikor Polda?

BABELTERKINI.COM, PANGKALPINANG – Proyek pembangunan kolam retensi yang terletak di Muntok Kabupaten Bangka Barat dipastikan molor. Proyek milik Dinas PUPR Babel senilai Rp 12 Miliar ini, kini disebut-sebut mendapat atensi dari penegak hukum. Wajar saja, proyek yang sedianya dapat diselesaikan pada akhir 2021 ini ternyata belum menunjukkan tanda-tanda akan selesai.

“Dipastikan molor. Belum tahu langkah ke depannya apakah diteruskan dengan penambahan waktu berikut denda atau pemutusan kontrak. Yang jelas berdasarkan perhitungan teknis, pekerjaan senilai Rp 12 M tersebut tidak akan bisa kelar tahun ini,” kata sumber dilingkungan Dinas PUPR Babel, Minggu (21/11/21).

Dijelaskan sumber, proyek pembangunan kolam retensi Muntok mendapat perhatian khusus dari Tipikor Polda Babel. Saat ini pihak penyidik Tipikor Polda sendiri sedang mempersiapkan langkah langkah untuk kemudian siap mengunjungi lokasi proyek di Muntok Bangka Barat.

“Kalau itu iya, bahkan mereka (Penyidik Tipikor Polda Babel) mau on the spot lapangan, saat ini pemberkasan admistrasi proyek kolam retensi Muntok sudah disiapkan untuk kebutuhan dilapangan nantinya,” ungkapnya.

Sementara itu, PPK proyek kolam retensi Muntok, Kasta Agung Pertama tak menampik jika proyek pembangunan kolam retensi Muntok molor. Dikatakannya, progres proyek tersebut saat ini mencapai 50 persen dengan pencairan sebesar kurang lebih Rp 6 miliar.

“Betul molor dari tanggal 17 kemarin sudah menjalani denda. Kalau progres saat ini sudah 50 persen dan pencairan sebesar 40 persen atau kurang lebih Rp 6 miliar,” ujar Kasta saat ditemui dikantornya, Senin (22/11/21).

Dijelaskannya, Pembangunan proyek kolam retensi Muntok terdiri dari beberapa item pekerjaan mayor seperti panel tanggul berikut dengan bendungan.

“Item pekerjaan mayor ya panel tanggul dan bendungan, sementara item pekerjaan minor seperti pintu air dan jembatan ispeksi. Kami menghargai niat baik kontraktor yang mau menyelesaikan pembangunan proyek kolam retensi Muntok dengan perpanjangan waktu selama 40 hari kedepan dengan komitmen kontraktor menambah tenaga kerja dan material. terang Kasta.

Disinggung soal potensi kontraktor yang tetap tidak dapat menyelesaikan proyek kolam retensi Muntok meskipun diberikan perpanjangan waktu, Katsa menegaskan jika dirinya selaku PPK proyek akan melakukan pemutusan kontrak serta pencarian jaminan pelaksanaan.

“Kalau tetap tidak selesai ya pemutusan kontrak, perusahaan nya di black list dan pencairan jaminan pelaksanaan,” tegas Kasta.

Menanggapi hal ini, Daniel selaku pelaksana proyek pembangunan kolam retensi sungai Muntok mengungkapkan jika saat ini pihaknya sedang dalam pengerjaan pembuatan tubuh bendungan, precast jembatan ispeksi dan pemasangan panel untuk kolam olak.

“Ya bicara kontrak awal memang kita habis di tanggal 16 ini kan dan denda sudah berjalan dari sisa kontrak. Secara teknis saya masih optimis, insyaallah masih selesai,” singkat Daniel saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (22/11/21).

Untuk diketahui, proyek pembangunan kolam retensi sungai Muntok Kabupaten Bangka Barat senilai Rp 12 Miliar dilaksanakan oleh perusahaan PT. Hersa Sukses Mandiri dengan nomor kontrak 610/32/KONT/PUPR-SDA/21 dan tanggal kontrak 22 Maret 2021 serta masa pelaksanaan 240 hari kalender. (red)