Diduga Minim Pengawasan, Proyek Infrastruktur Pemukiman Perkotaan Baru Terkesan Dikerjakan Asal-Asalan

BABELTERKINI.COM, PULAU BESAR – Proyek Pembangunan Infrastruktur Pemukiman Perkotaan Baru di Desa Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar, Bangka Selatan yang dikerjakan PT. Bahana Pratama Kontruksi senilai Rp. 17.965.000.000, – terkesan dikerjakan asal-asalan.

Pasalnya, saat terpantau media ini, kondisi jalan tersebut bergelombang serta ketebalan aspal jauh dari kata sempurna, kondisi itu diperparah lagi banyaknya genangan air dibeberapa titik yang memenuhi badan jalan, menimbulkan nampak kumuh dan terkesan jorok.

Mirisnya, saat dilapangan minimnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak dinas maupun pendamping saat kegiatan berlangsung. Membuat pihak pelaksana diduga mengabaikan mutu serta kualitas pekerjaan menjadi kurang baik , sehingga menimbulkan kesan hanya untuk mengeruk keuntungan semata tanpa menjaga kualitas. Terbukti dilapangan, tidak menemukan pengawas dari dinas terkait.

Diketahui proyek pembangunan Infrastruktur Pemukiman Perkotaan Baru Batu Betumpang Kab. Bangka Selatan tersebut dengan nomor kontak : HK.0201-Cb9/PPK-PKP/SATPEL/ 137, tanggal kontrak 05 MEI 2021
NOMOR SPMK, CK.0304-Cb9/SPMK-PPK-PKP/SATPEL/139, dengan nilai kontrak Rp. 17.965.000.000,00 dan kontraktor pelaksana : PT. BAHANA PRATAMA KONSTRUKSI, yang waktu pelaksanaannya selama 240 hari.

Adenk selaku PPK proyek tak membantah terkait pengerjaan pengaspalan yang terkesan jorok, namun Ia menjelaskan karena disaat pengerjaan masih banyak alat masuk ke lokasi yang lalu lalang.

” Iya pak nanti kami cek dan konfirmasi ke pihak kontraktor, kalau terkesan jorok dikarenakan masih banyak lalu lalang alat masuk kelokasi,” kata Adenk.

Disinggung soal pengawas dari Dinas yang datang hanya 1 minggu sekali, Adenk menuturkan kalau pengawas stay dilokasi ada 2 dan di AMP ada 1.

“Kalau dari Dinas, monev 1 minggu sekali ke lokasi pak,” tuturnya.

Sementara kontraktor Pelaksana PT. Bahana Pratama Kontruksi masih dalam upaya konfirmasi terkait pengerjaan proyek tersebut. (Edi)