Proyek Penanaman Mangruve di Munjang Kurau Diduga Menyimpang

BABELTERKINI.COM, BANGKA TENGAH – Proyek penanaman bibit mangrove di Munjang, Kurau Barat Kabupaten Bangka Tengah yang dikerjakan oleh HKM Gempa I tahun 2021 diduga menyimpang, pasalnya proyek bibit mangrove tersebut ditanam hanya menggunakan pancangan satu batang penyangga (Ajir) yang diikat ke bibit mangrove.

Hal ini diketahui berdasarkan pengakuan salah satu pegawai di HKM Gempa I yang mengaku bernama Tejo saat dikonfirmasi wartawan di lokasi.

“Jarak tanam sekitar dua meter, kami tanam bibit mangrove itu dengan satu Ajir saja, memang seperti itu cara kami menanam mangrove” kata Tejo, Selasa (22/03/2022).

Namun, saat sejumlah wartawan ingin meninjau lokasi penanaman bibit mangrove tersebut, diungkapkan Tejo, harus ada izin dari Kementerian Kehutanan RI atau dari dinas terkait.

“Kalau mau menuju ke lokasi penanaman bibit mangrove itu harus ada izin dari Kementerian Kehutanan atau dinas terkait, selain itu jalan menuju ke kawasan tersebut juga sedang ditutup karena ada mangrove yang roboh dan ada kerusakan,” terangnya.

Terpisah, ketua Himpunan Kelompok Masyarakat (HKM) Gempa 1, Yasir saat dikonfirmasi oleh wartawan via WA, Selasa (22/03/2022) hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapannya.

Sementara, Dir Reskrimsus Polda Babel, Kombes Moh. Irhamni mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.

“Ya mas, biar diaudit,” singkat Dir Reskrimsus saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp, Selasa (21/03/2022).

Untuk diketahui, program percepatan rehabilitasi hutan mangrove saat ini mulai disorot. Pasalnya program yang menggunakan anggaran puluhan milyar rupiah ini dinilai tidak transparan dan tak maksimal baik itu pelaksanaannya maupun hasil dari rehabilitasi mangrove itu sendiri. Seperti halnya, kegiatan rehabilitasi mangrove Munjang Kurau Barat. (red)