Bupati Belitung sampaikan LKPJ TA 2021 kepada DPRD

BABELTERKINI.COM, BELITUNG – Bupati Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sahani Saleh menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2021 kepada DPRD Belitung dalam sidang paripurna yang berlangsung, Senin (04/04/2022) kemarin

“Penyerahan LKPJ Tahun Anggaran 2021 kepada DPRD Belitung merupakan kewajiban seorang kepala daerah,” katanya.

Menurut dia, Kepala Daerah wajib menyampaikan LKPJ kepada DPRD setempat yang memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan menyangkut pertangungjawaban kinerja Pemerintah Daerah Belitung selama satu tahun.

Ia mengatakan, ruang lingkup LKPJ Tahun 2021 terdiri atas hasil penyelenggaraan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah dan hasil pelaksanaan tugas pembantuan dan penugasan meliputi sasaran pembangunan daerah, pelaksanaan program, kegiatan dan sub kegiatan serta permasalahan dan upaya penyelesaiannya.

“Selanjutnya kebijakan strategis yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dan pelaksanaannya serta tindak lanjut dari rekomendasi DPRD pada tahun anggaran sebelumnya,” ujar dia.

Sahani menambahkan, secara umum penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Belitung pada tahun 2021 masih terpengaruh dampak dari pandemi COVID-19 yang banyak melumpuhkan banyak sektor.

Dia menyebutkan, hal ini terlihat dari kinerja pengelolaan pendapatan serta kinerja pengelolaan belanja daerah yang mengalami penurunan.

Selama periode 2019-2021, lanjut dia, target pendapatan secara keseluruhan mengalami penurunan dari Rp1,045 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp964 miliar pada tahun 2021.

Sedangkan anggaran belanja daerah Kabupaten Belitung pada tahun 2020 sebesar Rp1,167 triliun turun menjadi Rp1,086 triliun pada tahun 2021.

“Kondisi ini disebabkan adanya ‘refocusing’ (pergeseran) anggaran guna percepatan pencegahan dan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Indonesia khususnya Kabupaten Belitung,” katanya.

Dikatakan dia, meski demikian laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Belitung pada tahun 2021 tumbuh mencapai 5,64 persen setelah sempat mengalami kontraksi pada tahun 2021 sebesar 2,28 persen.

“Angka Pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir,” ujarnya. (Dar)