Thamron alias Aon Jadi Tersangka Kasus Korupsi Komoditas Timah Babel

Caption: Thamron alias Aon dengan julukan Presiden Koba saat ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Komoditas Timah Babel, Selasa, (6/2/2024). (foto: ist)
Caption: Thamron alias Aon dengan julukan Presiden Koba saat ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Komoditas Timah Babel, Selasa, (6/2/2024). (foto: ist)

BABELTERKIKI.COM, PANGKALPINANG – Thamron alias Aon dengan julukan Presiden Koba itu, akhirnya menjadi tersangka kasus dugaan korupsi Komoditas Timah Babel. Kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejagung itu, setidaknya kini menepis pesimis publik akan terjeratnya sang Presiden Koba. Aon ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan anak buahnya bernama Achmad Albani.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan dikaitkan dengan alat bukti yang cukup, hari ini tim penyidik telah menaikkan status 2 orang saksi menjadi tersangka yakni Thamron alias Aon selaku Beneficial Ownership CV VIP dan PT MCM dan Achmad Albani selaku Manager Operasional
Tambang CV VIP dan PT MCM,” kata Kapuspenkum Ketut Sumedana dalam keterangan pers, Selasa (6/2/2024) sore.

Dikatakannya bahwa CV VIP telah melakukan perjanjian kerja sama sewa peralatan processing peleburan timah dengan PT Timah Tbk, kemudian tersangka TN alias AN selaku pemilik CV VIP memerintahkan tersangka AA selaku Manager Operasional Tambang CV VIP untuk menyediakan bijih timah dengan cara membentuk beberapa perusahaan boneka seperti CV SEP, CV MJP, dan CV MB guna mengumpulkan bijih timah ilegal dari IUP PT Timah Tbk untuk melegalkan kegiatan perusahaan boneka tersebut.

“PT Timah Tbk menerbitkan Surat Perintah Kerja seolah-olah terdapat kegiatan borongan pengangkutan sisa hasil mineral timah. Perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara dan hingga saat ini masih menunggu hasil perhitungannya,” katanya.

“Untuk kepentingan penyidikan, tersangka TN alias AN dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung sedangkan tersangka AA dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Masing-masing selama 20 hari ke depan. tim penyidik masih terus mendalami keterkaitan keterangan para saksi dan barang bukti yang telah disita guna membuat terang dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani,” terangnya. (Oby)