Sempat Mandek, Kasus Pembakaran Tempat Usaha Pemotongan Ayam di Pangkalpinang Naik ke Penyidikan

BABELTERKINO.COM, PANGKALPINANG – Kasus tindak pidana pembakaran tempat usaha pemotongan kandang ayam di Kawasan Kolong Retensi Kacang Pedang, yang sempat mandek akhirnya masuk ke babak baru.

Masuknya ke babak baru kasus tersebut seusai Haji Jurpandi atau dipanggil Wawan melalui kuasa hukumnya, Bedi Setiawan melayangkan surat teguran kepada Kapolresta Pangkalpinang dan tembusan Kapolda Babel, atas lambannya pihak penyidik menanggapi laporan kliennya terkait kejadian tindak pidana tersebut.

Kuasa Hukum, Bedi Setiawan mengatakan, bahwa seusai mendampingi kliennya saat dimintai keterangan penyidik hari ini, kasus tersebut langsung berkembang ke tahap penyidikan yang awalnya penyelidikan.

“Walaupun sudah naik ketahap penyidikan kami belum menerima surat SPDP dari pihak Polresta, biasanya kalo sudah naik penyidikan pasti kami sudah menerima surat tersebut .”ujar Pengacara, Bedi Setiawan saat ditemui disalah satu warkop Pangkalpinang. Sabtu (25/05/2024)

Pengacara Bedi Setiawan Al Fahmi mengapresiasi penyidik Polresta Pangkalpinang terkhususnya yang menangani perkara kliennya terkait kasus tindak pidana pembakaran tempat usaha pemotongan kandang ayam di Kawasan Dekat Kolong Retensi Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang.

“Kami juga mengapresiasi pihak penyidik Polresta atas berkembangnya kasus ini ketahap penyelidikan. Laporan ini pertama kali di ajukan pada tanggal 22 April 2023 lalu namun diketahui bahwa penyidik Polresta Pangkalpinang kurang serius dalam menangani perkara tersebut. “ungkap Bedi.

Sementara itu, Haji Wawan selaku pemilik Usaha Pemotongan Ayam menjelaskan, Kasus ini bermula terjadi pada tanggal 22 April 2023 pukul 01.00 dini hari bertepatan dengan malam Hari Raya Idul Fitri. Kejadian kebakaran tersebut terjadi karena adanya kesengajaan oleh seseorang. Benar saja setelah diselidiki lebih dalam ternyata pelaku adalah mantan pekerja yang sebelumnya bekerja di kandang ayam tersebut.

“Yang melakukan aksi pembakaran tersebut adalah masih keluarga saya sendiri, dia kesal karena dulu saya berhentikan dari tempat kerja dikarenakan ketahuan maling ayam saya, padahal kerjanya sudah 5 tahun. Dia pun sudah mengakui perbuatannya” ujar Wawan

Diketahui bahwa motif aksi pembakaran di kandang ayam milik Hj. Wawan ini adalah dendam. Terduga pelaku dendam karena diberhentikan dari pekerjaannya sehingga dia tidak terima kemudian nekat melaksanakan aksinya pada malam itu sehingga terjadilah kebakaran hebat yang merugikan Hj Wawan dengan total kurang lebih senilai 700 juta rupiah.

“Kami berharap perkara ini dapat dilanjutkan dengan semestinya dan menemukan keadilan seperti yang diharapkan oleh kami.”harap Haji Wawan. (Al)