BABELTERKINI.COM, BELITUNG TIMUR – Ultimatum keras Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, terkait penertiban aktivitas meja goyang timah di kawasan permukiman kini menjadi sorotan publik. Pasca inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Sabtu (24/1/2026), masyarakat menanti satu kepastian penting: apakah penertiban akan diterapkan secara menyeluruh atau justru menyisakan pengecualian.
Perhatian publik kini mengarah pada meja goyang milik seorang bos timah bernama Domi yang berlokasi di kawasan Pasar Kelapa, Kecamatan Kampit, tepat di tengah permukiman padat penduduk. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai relevan untuk menjadi bagian dari objek penertiban sebagaimana pernyataan Bupati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Babelterkini.com, sejumlah unit meja goyang milik Domi berada di area kediamannya sendiri. Lokasinya berjejer di pinggir jalan raya dan berdampingan langsung dengan rumah warga di sisi kiri dan kanan. Tidak cuma dikediamannya, Domi diketahui banyak miliki meja goyang yang tersebar disetiap Desa.
Kondisi ini dinilai berseberangan dengan kebijakan pemerintah daerah yang menegaskan bahwa aktivitas meja goyang di kawasan permukiman tidak akan ditolerir.



