BABELTERKINI.COM, BELITUNG – Polemik dugaan pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dukong Berjaye senilai Rp216 juta kini meluas ke ruang publik. Gelombang komentar keras dari warganet membanjiri akun media sosial Tiktok Belitong Hotnews, menyusul langkah Inspektorat Kabupaten Belitung yang mulai memanggil pihak-pihak terkait.
Sejumlah akun yang mengaku sebagai warga Desa Dukong secara terbuka menyatakan dukungan kepada Inspektorat untuk mengusut tuntas persoalan ini. Bahkan, desakan agar seluruh BUMDes di Kabupaten Belitung diaudit kian menguat.
Akun @dmawan24 menuliskan komentar bernada pedas yang langsung menyita perhatian publik.
“Sebagai warga Dukong bangga mendengar berita ini, emang Dukong bobrok-bobroknya 😂😂😂”
Nada kritik serupa juga disampaikan akun @platBN, yang mengaitkan persoalan BUMDes dengan kesejahteraan masyarakat dan bantuan sosial.
“Dari dulu kerap aku komen di VT Kejagung, turun sidak kantor desa bilang berapa tahun menjabat tidak ada perubahan. Dari segi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bilang. Awalnya dapat bansos tiba-tiba hilang, sedangkan warga yang sama-sama ‘sipil’ bisa dapat bansos. Tolong diselidiki benar-benar itu.”
Sementara akun @LIDER secara singkat namun tegas menyoroti arah penggunaan Dana Desa.
“Dana Desa cuman untuk memperkaya orang-orang yang kerja di desa.”
Desakan agar aparat penegak hukum ikut turun tangan juga muncul dari akun @syh_rizal.
“Hampir semua BUMDes kayaknya nggak ada yang beres. Kejaksaan harus turun untuk mengecek semua BUMDes.”
Komentar paling emosional datang dari akun @A”KΔnG Ku®iR”™g1, yang menyuarakan kekecewaan panjang sebagai warga desa.
“Sikat habis, jangan kasih kendor. Usut sampai tuntas, jangan setengah-setengah. Sudah 34 tahun aku diam di kampung, tidak merasakan kesejahteraan warga. Kalau mau apa-apa harus patungan, pikirkan itu nasib guru TPA, jangan yang lain.”
Sementara akun @Afna kang gunting mempertanyakan efektivitas pengelolaan dana desa oleh pemerintah desa.
“Itu jadi usaha nggak ada dana-dana segitu, dak kebanyakan yang amanah. Baik langsung pemerintah pusatlah yang urus pembangunan desa. Bangat amat payah.”
Deretan komentar tersebut mencerminkan ambruknya kepercayaan publik terhadap pengelolaan Dana Desa dan BUMDes, khususnya di Desa Dukong. Kasus dugaan pemindahan dana BUMDes ke rekening pribadi dinilai warganet sebagai gambaran persoalan yang lebih besar dan sistemik.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Inspektorat Kabupaten Belitung telah memanggil Kepala Desa Dukong dan akan segera memanggil Direktur BUMDes Dukong Berjaye, Agustari, guna mengklarifikasi temuan awal pengelolaan dana Rp216 juta tahun anggaran 2025.
Hingga kini, Inspektorat masih berada pada tahap klarifikasi dan verifikasi data. Namun tekanan publik yang kian menguat menuntut agar penanganan kasus ini tidak berhenti pada klarifikasi administratif, melainkan berujung pada pembenahan total tata kelola BUMDes.
Redaksi babelterkini.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan menyajikan laporan lanjutan seiring proses pemeriksaan berjalan. (red)



