Penertiban Meja Goyang Timah di Beltim Tebang Pilih, Milik Domi Kampit Tak Tersentuh
Caption: meja goyang milik Domi yang berada di Desa Mayang, Kecamatan Kampit, Beltim
BABELTERKINI.COM, BELITUNG TIMUR – Penertiban meja goyang timah yang diklaim tegas oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) kini tampak telanjang di mata publik. Fakta di lapangan menunjukkan penegakan aturan berjalan timpang, diskriminatif, dan sarat dugaan tebang pilih. Usaha warga kecil disikat tanpa ampun, sementara aktivitas tertentu justru seolah dilindungi.
Operasi penertiban yang dilakukan aparat daerah terkesan hanya menyasar pemilik meja goyang dari kalangan ekonomi lemah. Sebaliknya, meja goyang milik Domi yang beroperasi terang-terangan di kawasan pemukiman penduduk disisi Jalan Desa Mayang, kecamatan Kampit, hingga kini tak tersentuh. Tak ada penyegelan, tak ada pembongkaran, bahkan sekadar teguran pun nihil.
Lebih parah lagi, lokasi meja goyang tersebut berada sangat dekat dengan fasilitas vital pelayanan kesehatan masyarakat, yakni puskesmas. Aktivitas pengolahan timah di zona sensitif ini jelas bertentangan dengan prinsip keselamatan lingkungan dan kesehatan publik. Namun, Pemkab Beltim justru memilih bungkam, seolah menutup mata atas potensi ancaman serius yang mengintai warga.
Dampak kesehatan akibat aktivitas meja goyang timah bukan sekadar asumsi. Aktivitas ini telah lama disorot sebagai sumber pencemaran lingkungan. Informasi yang beredar menyebutkan adanya peningkatan kasus penyakit kanker di Belitung Timur yang diduga berkaitan dengan paparan zat berbahaya dari aktivitas pertambangan dan pengolahan timah skala kecil yang dibiarkan tanpa pengawasan ketat.
Ironisnya, di tengah ancaman nyata tersebut, Pemkab Beltim justru terkesan absen. Tak satu pun langkah tegas diarahkan kepada aktivitas meja goyang milik Domi. Padahal, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, berulang kali melontarkan ultimatum keras dan janji pembongkaran paksa terhadap meja goyang ilegal, khususnya yang berada di tengah pemukiman warga.
Kini, ultimatum tersebut tampak tak lebih dari retorika politik. Sebab, di lapangan, aktivitas meja goyang yang jelas melanggar prinsip tata ruang dan keselamatan lingkungan justru tetap beroperasi tanpa gangguan.
Pantauan babelterkini.com di lapangan mendapati meja goyang Domi masih aktif melayani pemisahan pasir timah dari sore hingga malam hari. Aktivitas berlangsung rutin, seolah kebal dari sentuhan hukum.
“Meja goyang itu terus buka. Dari sore sampai malam tetap melayani pembelian pasir timah dari penambang,” ungkap sumber terpercaya kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Sumber tersebut menegaskan, tak pernah terlihat aparat melakukan penertiban di lokasi tersebut. “Tidak ada tindakan apa pun. Seakan-akan usaha itu dilindungi,” ujarnya.
Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya perlakuan istimewa terhadap pihak tertentu. Ketimpangan penegakan hukum ini dinilai berpotensi membuka ruang praktik pembiaran terstruktur, sekaligus mencoreng wibawa pemerintah daerah di mata publik.
Warga mendesak Pemkab Beltim, khususnya Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan aparat terkait lainnya, untuk berhenti bermain sandiwara penertiban dan segera menindak seluruh aktivitas meja goyang ilegal tanpa kecuali.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Belitung Timur maupun pihak terkait dalam upaya konfirmasi. (red)



