Banyak Kekayaan RI Bocor ke Luar Negeri, Prabowo : Saya Tidak Akan Mundur

Oby
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)

BABELTERKINI.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti lemahnya penjagaan terhadap kekayaan nasional yang dinilai masih banyak bocor dan hilang ke luar negeri. Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/2/2026).

Prabowo menegaskan bahwa sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, dirinya telah bersumpah menjalankan Undang-Undang Dasar 1945, termasuk mengemban tugas utama presiden untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Ia menekankan bahwa makna perlindungan tersebut tidak terbatas pada ancaman fisik semata, tetapi juga mencakup ancaman kemiskinan, kelaparan, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan yang layak.

Dalam kerangka itu, Prabowo menyebut mandat konstitusi juga mengharuskannya menjaga dan melindungi seluruh kekayaan milik rakyat Indonesia. Menurutnya, pengelolaan kekayaan nasional secara benar dan berpihak pada rakyat merupakan kunci utama untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.

“Hanya dengan pengelolaan kekayaan bangsa, baru kita bisa sungguh-sungguh sejahtera,” kata Prabowo dalam pidatonya di hadapan ribuan warga Nahdlatul Ulama.

Namun, setelah mempelajari berbagai data dan fakta sejak menjabat, Prabowo mengaku menemukan persoalan serius. Indonesia disebut dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, tetapi banyak di antaranya tidak dijaga dengan baik oleh elite bangsa.

Tutup
error: Content is protected !!