Jeritan Penambang Belitung Kian Keras: Meja Goyang Tutup, Isu RKAB PT Timah Picu Tanda Tanya
Caption: foto ilustrasi (fc.net)
BABELTERKINI.COM, BELITUNG – Derita penambang timah rakyat di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur belum juga mereda. Setelah beberapa hari aktivitas “meja goyang” lumpuh akibat tersendatnya pembayaran, kini muncul isu baru yang semakin memicu kegelisahan di lapangan: kabar terkait RKAB PT Timah Tbk.
Sejumlah sumber menyebut, lambannya pembayaran kepada mitra pemegang CV diduga berkaitan dengan proses administrasi dan regulasi perusahaan, termasuk dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). RKAB merupakan dokumen penting yang menjadi dasar operasional dan tata kelola produksi perusahaan tambang dalam satu periode berjalan.
Di tengah situasi tersebut, beredar informasi bahwa RKAB PT Timah sebenarnya telah terbit. Namun, isu yang berkembang menyebutkan adanya revisi terhadap dokumen tersebut. Kabar ini memunculkan spekulasi di kalangan mitra dan penambang bahwa proses revisi itulah yang berdampak pada lambatnya pencairan dana ke mitra CV.
“Katanya RKAB sudah keluar, tapi sekarang dengar-dengar ada revisi lagi. Kalau memang masih proses, ya jangan sampai kami di bawah yang jadi korban,” ujar salah satu kolektor di wilayah Belitung.
Dampaknya terasa nyata. Meja goyang di Belitung dan Belitung Timur terpaksa menghentikan transaksi. Para penambang yang setiap hari mengandalkan hasil tambang untuk kebutuhan rumah tangga kini tak bisa menjual timah mereka.
“Kalau tak bisa jual, kami tak pegang uang. Sementara kebutuhan jalan terus,” keluh seorang penambang.
Situasi ini bukan hanya soal administrasi perusahaan, melainkan menyentuh denyut ekonomi masyarakat akar rumput. Perputaran uang di desa-desa tambang ikut melambat. Warung-warung sepi, pengepul tak berani ambil risiko, dan aktivitas tambang rakyat terancam berhenti total.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari PT Timah terkait isu RKAB dan dugaan revisi tersebut, maupun penjelasan detail mengenai penyebab keterlambatan pembayaran kepada mitra. Masyarakat berharap perusahaan segera memberikan klarifikasi terbuka agar spekulasi tidak semakin liar dan kepastian bisa segera diperoleh.
Bagi penambang, yang mereka butuhkan bukan sekadar isu dan kabar simpang siur, melainkan kepastian agar meja goyang kembali buka, dan dapur rumah mereka kembali mengepul.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait dalam upaya konfirmasi. (red)



