Rudal Iran Makin Akurat, Diduga Pakai Teknologi Canggih China
BABELTERKINI.COM, JAKARTA – Iran mungkin memakai sistem navigasi satelit China untuk menarget aset militer Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah. Mantan direktur intelijen Prancis, Alain Juillet, mengatakan ada kemungkinan Iran diberi akses sistem navigasi BeiDou karena penargetan Iran jadi jauh lebih akurat dibanding perang dengan Israel tahun lalu.
“Salah satu kejutan perang ini adalah rudal Iran lebih akurat dibanding perang delapan bulan lalu, memunculkan banyak pertanyaan tentang sistem pemandu rudal-rudal tersebut,” kata Juillet, direktur intelijen General Directorate for External Security (GDES) Prancis tahun 2002 hingga 2003.
Meski Israel dan negara-negara Teluk mencegat banyak rudal, sebagian tembus. AS dapat mengacak atau menolak akses Global Positioning System (GPS) yang sebelumnya diandalkan militer Iran. Namun AS tak dapat berbuat banyak untuk mengganggu sistem BeiDou jika sistem itu yang digunakan.
Apa itu Sistem Satelit Navigasi BeiDou (BDS)?
China meluncurkan BeiDou sebagai pesaing GPS tahun 2020 yang diresmikan Presiden Xi Jinping. China mengembangkan navigasi satelit sendiri setelah krisis Taiwan 1996 karena khawatir Washington membatasi akses ke GPS.
Sistem China menggunakan jauh lebih banyak satelit. Menurut data AJ Labs dari Al Jazeera, sementara sistem GPS AS memiliki 24 satelit, sistem China mengandalkan 45 satelit. Sistem navigasi global lainnya adalah GLONASS milik Rusia dan sistem Galileo milik Uni Eropa, yang masing-masing memiliki 24 satelit.



