Lonjakan Tingkat Pengangguran di Era Globalisasi dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Ekonomi Indonesia

Oby

BABELTERKINI.COM – Globalisasi telah membawa transformasi yang sangat signifikan dalam berbagai dimensi kehidupan manusia, khususnya pada sektor ekonomi dan ketenagakerjaan yang terus mengalami dinamika perubahan. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada pola produksi dan distribusi, tetapi juga memengaruhi struktur tenaga kerja secara keseluruhan. Menurut Neysa (2024), arus perdagangan bebas yang semakin terbuka, kemajuan teknologi yang pesat, serta meningkatnya mobilitas tenaga kerja lintas negara telah menciptakan peluang baru sekaligus tantangan yang kompleks bagi negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini menuntut adanya kesiapan yang matang dari berbagai pihak agar mampu bersaing dalam pasar global. Salah satu permasalahan yang semakin terlihat adalah meningkatnya tingkat pengangguran yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga oleh tekanan eksternal dari globalisasi. Menurut penulis, fenomena ini menjadi isu yang sangat krusial karena berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi nasional, memperlebar kesenjangan sosial, serta menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Lonjakan tingkat pengangguran pada era globalisasi tidak terlepas dari ketidaksiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan struktur ekonomi yang semakin berorientasi pada teknologi dan kompetensi tinggi. Perubahan ini menuntut tenaga kerja untuk memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern. ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja dengan tuntutan pasar kerja menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk kondisi pengangguran. Ketimpangan ini menyebabkan banyak tenaga kerja tidak mampu terserap secara optimal dalam dunia kerja (Achni, 2025). Penulis menilai bahwa persaingan global yang semakin ketat mendorong perusahaan untuk melakukan efisiensi melalui penerapan otomatisasi dan digitalisasi. Akibatnya, kebutuhan terhadap tenaga kerja konvensional menjadi semakin berkurang. Kondisi ini pada akhirnya memperbesar angka pengangguran, khususnya bagi tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan yang memadai.

Menurut penulis, globalisasi bukanlah faktor utama yang secara langsung menyebabkan pengangguran, melainkan berperan sebagai katalisator yang mempercepat munculnya berbagai kelemahan struktural dalam sistem ketenagakerjaan di Indonesia. Globalisasi memperlihatkan secara nyata berbagai kekurangan yang sebelumnya tidak terlalu terlihat. Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman, maka permasalahan pengangguran akan semakin sulit untuk diatasi. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan kerja menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Tanpa adanya upaya tersebut, tenaga kerja akan semakin tertinggal dalam menghadapi persaingan global. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang mampu menjawab tantangan globalisasi secara komprehensif.

Menurut Rialita & Syahputra (2022), pengangguran dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana individu yang termasuk dalam angkatan kerja tidak memperoleh pekerjaan meskipun memiliki keinginan dan kemampuan untuk bekerja. Kondisi ini mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Dalam perspektif ekonomi makro, tingkat pengangguran yang tinggi dapat memberikan dampak negatif yang luas terhadap perekonomian suatu negara. Tingginya angka pengangguran dapat menurunkan daya beli masyarakat, menghambat laju pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan beban fiskal negara melalui berbagai program bantuan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa pengangguran bukan hanya masalah individu, tetapi juga menjadi persoalan nasional. Menurut penulis, dalam konteks globalisasi, dinamika pasar tenaga kerja menjadi semakin kompleks akibat adanya integrasi ekonomi antarnegara. Kondisi ini menuntut adanya strategi yang tepat dalam mengelola tenaga kerja agar tetap kompetitif.

Perkembangan teknologi informasi serta penerapan otomatisasi dalam sektor industri menjadi salah satu faktor penting yang turut memengaruhi peningkatan tingkat pengangguran. Revolusi industri berbasis digital telah mengubah pola produksi dari yang sebelumnya padat karya menjadi padat teknologi. Perubahan ini menyebabkan kebutuhan terhadap tenaga kerja manusia menjadi semakin berkurang, terutama pada pekerjaan yang bersifat rutin dan manual. Akibatnya, tenaga kerja dengan tingkat keterampilan rendah menjadi semakin terpinggirkan dalam pasar kerja (Ningsih, 2024). Kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara perkembangan teknologi dengan kualitas sumber daya manusia. Menurut pandangan penulis, di Indonesia, permasalahan ini semakin diperparah oleh sistem pendidikan yang belum sepenuhnya mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini menjadi tantangan serius yang perlu segera diatasi.

Selain itu, globalisasi juga mendorong terjadinya relokasi industri ke negara-negara yang memiliki biaya produksi lebih rendah atau tenaga kerja yang lebih kompeten dan terampil. Fenomena ini menyebabkan terjadinya pergeseran pusat produksi dari satu negara ke negara lain. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya lapangan pekerjaan di sektor tertentu, khususnya pada industri manufaktur. Penurunan jumlah industri di dalam negeri tentu akan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Penulis memandang bahwa dampak dari relokasi industri ini tidak hanya dirasakan oleh para pekerja yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga oleh sektor ekonomi lainnya yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas industri tersebut. Efek domino yang ditimbulkan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, fenomena ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Dari sudut pandang penulis, permasalahan pengangguran di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari lemahnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri. Ketiga elemen tersebut seharusnya dapat bekerja sama dalam menciptakan sistem ketenagakerjaan yang efektif dan berkelanjutan. Kurangnya investasi dalam pengembangan keterampilan kerja menjadi salah satu faktor yang menghambat peningkatan kualitas tenaga kerja. Selain itu, minimnya pelatihan vokasional yang relevan dengan kebutuhan industri juga menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Lambatnya adaptasi kebijakan terhadap perubahan global semakin memperparah kondisi yang ada. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan yang diterapkan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Sebagian pihak berpendapat bahwa globalisasi justru memberikan dampak positif dengan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya investasi asing yang masuk ke dalam negeri serta berkembangnya ekonomi digital yang menciptakan berbagai jenis pekerjaan baru. Selain itu, pertumbuhan sektor jasa juga turut memberikan kontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Menurut penulis, kehadiran perusahaan multinasional dan platform digital telah membuka kesempatan kerja baik secara langsung maupun tidak langsung. Kondisi ini memberikan peluang bagi tenaga kerja untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik. Globalisasi juga memungkinkan tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di luar negeri dengan upah yang lebih tinggi. Dengan demikian, globalisasi tidak selalu berdampak negatif.

Pendapat tersebut memang memiliki dasar yang kuat dan tidak dapat diabaikan. Namun, menurut penulis, manfaat dari globalisasi tersebut belum dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh adanya persyaratan tertentu yang harus dipenuhi untuk dapat mengakses peluang kerja tersebut. Kesempatan kerja yang tersedia umumnya menuntut keterampilan tinggi, penguasaan teknologi, serta kemampuan berbahasa asing. Sayangnya, tidak semua tenaga kerja memiliki kemampuan tersebut. Akibatnya, hanya sebagian kelompok masyarakat yang mampu memanfaatkan peluang yang ada. Sementara itu, kelompok lainnya masih berada dalam kondisi rentan terhadap pengangguran. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa globalisasi juga dapat memperlebar kesenjangan sosial.

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan, penulis menyimpulkan bahwa lonjakan tingkat pengangguran di era globalisasi merupakan suatu permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensional. Permasalahan ini melibatkan berbagai faktor yang saling berkaitan satu sama lain. Dampak yang ditimbulkan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia sangat signifikan, terutama dalam aspek pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan, serta tingkat kesejahteraan masyarakat. Globalisasi memang menawarkan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian. Namun, tanpa adanya kesiapan sumber daya manusia yang memadai serta kebijakan yang tepat, peluang tersebut tidak akan memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang serius dalam mengatasi permasalahan ini.

Sebagai langkah strategis, menurut penulis diperlukan adanya upaya yang terintegrasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja. Kerja sama yang baik antara ketiga pihak tersebut akan mampu menciptakan sistem ketenagakerjaan yang lebih efektif. Selain itu, perlu adanya perluasan akses terhadap pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar. Kebijakan yang adaptif terhadap perubahan global juga harus terus dikembangkan agar mampu menghadapi dinamika yang ada. Dengan adanya langkah-langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu menekan tingkat pengangguran secara signifikan. Tidak hanya itu, stabilitas ekonomi nasional juga dapat terjaga dengan baik. Pada akhirnya, daya saing Indonesia di tingkat internasional akan semakin meningkat.

 

Penulis :

Nabila Fahriza Maharani

Nim. 5112511024

Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Bangka Belitung

Tutup
error: Content is protected !!