Tragedi Jadi Tontonan, Empati Dipertaruhkan

Oby

BABELTERKINI.COM – Setiap kali membuka media sosial, kita disuguhi berbagai peristiwa seperti kecelakaan, bencana, konflik, hingga kisah pilu kehidupan orang lain. Semua hadir dalam bentuk foto, video, dan narasi singkat yang mudah dikonsumsi. Dalam hitungan detik, kita bisa mengetahui apa yang terjadi di berbagai tempat, bahkan yang sebelumnya terasa jauh dari kehidupan kita. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan yang patut direnungkan: apakah paparan yang terus-menerus terhadap penderitaan orang lain masih mampu menggugah empati, atau justru perlahan menjadikannya sebagai tontonan biasa?

Fenomena ini semakin terasa di tengah masyarakat yang sangat bergantung pada media sosial sebagai sumber informasi utama. Di Bangka Belitung, berbagai peristiwa lokal dengan cepat menyebar melalui platform digital. Masyarakat dapat dengan mudah mengetahui kejadian di sekitarnya, tetapi respons yang muncul sering kali berhenti pada komentar singkat atau sekadar membagikan ulang informasi tersebut.

Dalam perspektif sosiologi, kondisi ini menunjukkan adanya perubahan cara individu berinteraksi dengan realitas sosial. Kehidupan sosial yang dulunya dialami secara langsung kini banyak dimediasi oleh layar. Akibatnya, jarak emosional antara individu dan peristiwa yang terjadi menjadi semakin lebar.

Tutup
error: Content is protected !!